Sisa Uang Hanya Rp 19 Ribu, Caleg Gagal Asal Blora Tidur di Masjid dan Berencana Akan Jual Ginjal

Foto hanya ilustrasi

MANAberita.com – PEMILU 2019 kali ini meninggalkan berbagai macam kisah dari yang unik hingga memilukan.

Kisah memilukan ini terutama banyak datang dari caleg yang ikut dalam pemilu 2019 namun tidak mendapatkan hal yang diharapkan.

Salah satunya, Candra Saputra (26) yang sekarang ini hanya bisa mengehela nafas ketika ia merogoh kantung di kemeja bergaris putih pudarnya.

Melansir Nakita, Caleg yang gagal menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini, langsung merenung ketika ia tau uangnya hanya tersisa Rp 19 ribu saja.

“Tenang mas, gak apa-apa. Besok hari kemis toh? Besok aku puasa kemis sajaah,” ujarnya dengan medok khas Jawanya, sambil menghitung uangnya yang lecek.

Wajah yang seperti terpaksa tegar dan kuat, terpancar dari raut wajah pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, 29 Maret 1988 ini.

Sambil mencharger gadget androidnya, Samsung Mega, dan mengecek Blackberry Torchnya, ia berharap ada yang mau ikhlas memberinya uang, walaupun cukup untuk sehari saja.

“Insya Allah temenku ngasih ya mas. Kalo ada. Kalo ga ada ya puasa tok. Makan wes besok malem wae lah,” tuturnya.

Walaupun uanganya hanya menyisakan satu lembar Sepuluh ribu, satu lembar lima ribu, dan dua lembar dua ribu, ia hanya bisa mengucapkan satu kata yaitu “Tenang”.

“Masih ada Allah mas, Allah gak tidur. Justru aku bersyukur hari ini aku dapat berkah,” ucapnya sambil tersenyum.

Ia pun mengaku tak enak hati meminta uang ke kedua orangtuanya. Baginya, sudah tidak pantas lagi meminta uang ke orangtuanya.

“Walah ya enggak mau aku mas. Malu! Udah gede, masih minta-minta uang sama orangtua, biarlah aku urus diriku sendiri. Saya cuman berharap yang penting orangtuaku di kampung sehat,” ujarnya.

Berita sebelumnya seperti dikutip Warta Kota, Chandra Saputra (26), warga Pekalongan, Jawa Tengah ini sudah 10 hari berada di Jakarta.

Pria yang gagal merebut kursi anggota legislatif dari Partai Demokrat ini tidur bersama puluhan tunawisma di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia mencalonkan diri sebagai caleg Dapil 4 Kabupaten Pekalongan, tetapi gagal mendapatkan suara yang bisa mengantarnya ke kursi DPRD sehingga kabur dari kampungnya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, karena dikejar-kejar penagih utang.

Kepergiannya ke Jakarta hanya untuk menjual ginjalnya dan rencananya uang tersebut akan dipakai untuk melunasi sejumlah utangnya sekitar Rp 420 juta.

Uang sebesar itu dipergunakan untuk biaya kampanye Pemilihan Caleg 2014 Dapil 4 Kabupaten Pekalongan. (Alz)

https://manaberita.com/2019/04/sisa-uang-hanya-rp-19-ribu-caleg-gagal-asal-blora-tidur-di-masjid-dan-berencana-akan-jual-ginjal/

News Feed