Longsor di Sukabumi, Ada 38 Orang yang Belum Ditemukan

Namanya juga pacaran, pasti setiap hari berkomunikasi. Kalau tak ketemu langsung, ya bisa memanfaatkan telepon atau berkirim pesan instan, kan? Kamu sendiri, tipikal yang rutin berkirim kabar atau cukup kabari sekali lalu menelpon bila ada perlu? Begini, ternyata jika sepasang kekasih terlalu ssering berkomunikasi, hal itu justru bisa merusak kualitas hubungan lho.

Semata-mata bukan karena kamu dan dia jadi kehabisan topik, melainkan karena kamu jadi tak punya waktu sendiri. Padahal, sebagai individu, kamu perlu mengembangkan diri demi kebaikan bersama, lho.

Terlalu Intens Berkirim Pesan Setiap Hari Bisa Membuatmu Ketergantungan Terhadap Gawai dan Berpotensi Merusak Produktivitasmu

Sekarang bayangkan, kalau kamu seharusnya bekerja, namun kamu memilih untuk terus berkomunikasi dengan kekasihmu. Pekerjaan yang harusnya  bisa selesai tepat waktu atau bahkan lebih cepat, jadi terbengkalai, kan? Untuk itu, dari dirimu sendiri pun seharusnya perlu lebih bijak dalam hal mengatur waktu dan prioritas. Aku mengerti, kekasih pun perlu diprioritaskan, namun kamu pun punya kewajiban yang harus dikerjakan, bukan?

Seiring berjalannya relasi, mungkin nanti kamu akan mengerti tentang makna berkomunikasi. Jika ini adalah sebuah hubungan yang baru di mana gejolak romantis masih menggebu-gebu, komunikasi akan otomatis menjadi lebih sering. Sekali lagi, kamu hanya perlu sedikit lebih bijak. Kenapa tidak membuat ‘jadwal’ untuk berkomunikasi. Misalnya hanya chat hanya pada pagi dan malam hari kemudian telepon seminggu dua kali. Dengan begini, pekerjaanmu pasti tak akan jadi batu sandungan.

Kalaupun Terus Berkomunikasi Sepanjang Hari dan Setiap Hari, Belum Tentu Komunikasi Kalian Tetap Berkualitas Lho

Yep, kamu perlu mengeceknya. Kira-kira cara berkomunikasimu dengan kekasih selama ini membuat hubungan berjalan dengan baik atau sebaliknya? Dan apakah kalian masih saling mengerti satu sama lain? Atau semakin banyak kesalahpahaman. Memang dibutuhkan waktu untuk menemukan pola komunikasi yang tepat bersama pasangan. Tapi penting untuk tak selalu mengikuti emosi dan ego. Komunikasi adalah alat untuk saling mengerti bukan makanan yang perlu dihabiskan satu waktu.

Penting untuk selalu memastikan bahwa komunikasi yang terjalin dengan pasangan nggak membuatmu sulit menjalani hari. Saking seringnya ngobrol dengan pasangan sampai akhirnya sulit fokus di kantor. Itu jadi merugikanmu kan?

Perlukah Kamu Menaruh Rasa Khawatir yang Berlebihan?

Dalam sebuah relasi, diperlukan sesuatu yang namanya percaya. Hanya karena si dia tak mengabarimu sepanjang hari apa saja yang ia kerjakan, kamu tak perlu khawatir. Banyak orang memilih untuk nggak terlalu sering berkomunikasi dengan gawainya. Kamu perlu khawatir ketika komunikasi yang terjalin malah membuatmu sulit untuk bekerja, tidur, bahkan hidup normal. Jika si dia berbicara sedikit di telepon, jangan terlalu dimasukan ke hati.

Kalau Sudah Kelihatan Tak Sehat, Maka Cobalah Cari Jalan Keluar Bersama-sama

Mencari keseimbangannya. Trial and error adalah hal yang biasa dalam hidup, bukan? Coba berbagai macam hal hingga kamu menemukan cara yang paling nyaman untukmu dan si dia. Sesekali duduk dan mencari titik tengah dari kesulitan komunikasi juga pilihan yang bijak.

Tak perlu khawatir lagi soal permasalahan komunikasi di dalam hubunganmu. Ingat, jangan terlalu fokus pada berapa lama si dia membalas pesanmu. Percaya saja dia akan mengabarimu saat ia sudah menyelesaikan urusannya.

Artikel Asli

News Feed